Berapa Kali Hubungan Intim Yang Normal Dalam Seminggu??

Banyak yang bertanya kepada kami tahanlama123.com seputar berapa kali hubungan intim yang normal dalam seminggu?? kebanyakan yang bertanya adalah pasangan yang merencanakan program kehamilan.

Untuk pertanyaan berapa frekuensi normal hubungan intim yang satu ini. Dr Boyke Dian Nugraha. DSOG. MARS menjawabnya, ’’sebetulnya tak ada batasan baku”. Artinya, berapa kali suami-istri melakukan hubungan seksual selalu tergantung   kepada pasangan suami-istri. Kondisi ini mengingat hubungan intim amat bergantung pada mood atau suasana hati dan keinginan mereka. "Selama keduanya berhasrat, sanggup melakukannya, dan sama-sama menikmatinya, kenapa tidak?" ujar dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang juga konsultan seksologi ini.

Lebih daripada itu, hubungan yang paling intim antara suami dan istri ini sebaiknya memang bersifat spontan, tanpa pernah dibumbui segala macam aturan atau bahkan dibuatkan jadwal ketat. Jika ada aturan dalam berhubungan intim, Boyke khawatir akan hubungan seksual yang dilakukan sebagai bentuk pemaksaan atau kewajiban belaka. Sehingga hubungan intim tidak mencapai puncak kepuasan yang diinginkan kedua belah pihak (suami-istri).

Anjuran Dr.Boyke

Meskipun tidak ada pola baku, Boyke menganjurkan agar suami-istri behubungan intim secara teratur 1- 4 kali seminggu. Alasan logisnya, frekuensi tersebut sesuai ritme tubuh atau kondisi fisiologis pria maupun wanita. Kata dr.Boyke "Produksi sperma oleh buah zakar boleh dibilang sudah memenuhi kuota penampungan dalam kurun waktu tiga hari. Nah, kalau bisa mengikuti ritme fisiologis tersebut, kan bagus. Apalagi lantaran produksi ini memang harus dikeluarkan secara teratur sesuai waktu atau batas kuota alamiah tadi."

Anjuran intim 1-4 kali seminggu pada wanita justru memperbesar kemungkinan merasakan kenikmatan seksual lebih lama. Soalnya, kondisi fisiologisnya memungkinkan kaum hawa merasakan kenikmatan hubungan seksual selama seminggu.

Dengan begitu, bukankah kenikmatan yang dirasakannya akan berganda bila sebelum habis masanya ia kembali memperoleh kenikmatan baru? Jadi, tegas Boyke, para istri tak perlu khawatir dirinya bakal kebal alias tak bisa merasakan kenikmatan seksual atau orgasme.

Terpenting, pola intim 1-4 kali seminggu ini malah memberikan keuntungan lain berupa kesempatan menambah stamina "beristirahat sejenak" pada organ-organ tubuh wanita maupun pria, bila memang diperlukan demikian.

Walaupun pada dasarnya, seberapa sering pun kita melakukan hubungan seksual bila dilakukan dalam batas-batas wajar maka takkan merusak senjata pamungkas anda berdua. Karena, baik alat kelamin pria maupun wanita diciptakan begitu rupa untuk beradaptasi terhadap kondisi apa saja.

Intinya, alat kelamin pria bisa beradaptasi dengan semua ukuran alat kelamin wanita, begitu pula sebaliknya. Keuntungan terakhir adalah cairan pelumas yang akan keluar dengan sendirinya karena adanya jeda waktu istirahat dari adegan intim.

Mengatur Strategi

Adanya "aturan" tersebut praktis berdampak bila frekuensi hubungan intim amat minim atau malah berlebih. Dampaknya amat mudah terasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Frekuensi yang minim, misalnya, akan memancing suami-istri jadi gampang uring-uringan. Hanya karena masalah sepele bisa meledak jadi masalah besar. Akibat lainnya juga suami atau istri kerap pasang muka cemberut atau tampak murung. Akibatnya, badan terasa lunglai dan hidup pun jadi terasa tak bergairah.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya bentuk-bentuk emosi tersebut sebetulnya merupakan reaksi tubuh lantaran energi yang dihasilkan tiap hari tak termanfaatkan sebagaimana mestinya. Jika dibiarkan berlarut-larut, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan ketidakharmonisan atau bahkan keretakan hubungan dengan pasangan. Bahaya, kan? Belum lagi jika pasangan menuduh kita memiliki Wanita idaman lain atau Pria idaman lain.

Jika Terlalu Sering?

Sebaliknya, frekuensi yang terlalu sering misalnya 6-8 kali seminggu akan membuat energi kita terkuras habis sehingga badan jadi lemas. Lebih-lebih pada pria, hal ini sangat wajar terjadii. Pasalnya, di dalam sperma terkandung berbagai nutrisi seperti protein, asam amino, dan asam esensial penting.

Sekarang bisa dihitung kan berapa banyak energi cadangan yang dibutuhkan bila untuk sekali "pertempuran" saja diperlukan energi minimal setara dengan energi yang terpakai untuk lomba lari 2 x 100 meter atau bergegas naik tangga 3 lantai.

Itu baru sekali "pertempuran " lho, bagaimana kalau 3-4 kali sehari selama seminggu penuh terus-menerus, misalnya. Bisa-bisa jebol, kan? Terlebih jika tak diimbangi dengan cukup istirahat dan asupan makanan bergizi tinggi.

Nah, agar waktu tak tersita habis hanya untuk urusan ranjang sementara kepuasan suami-istri bisa tetap terpenuhi. Boyke menyarankan agar kita pandai-pandai mengatur strategi, misalnya memilih hari untuk intim secara selang-seling: Minggu-Selasa-Kamis-Sabtu atau Senin-Rabu-Jumat-Sabtu.

Dengan begitu, ada tenggang waktu untuk memulihkan kondisi tubuh agar siap "tempur" kembali. Di samping memanfaatkan hari-hari tersebut seoptimal mungkin sehingga memberikan kesan mendalam yang akan memperkokoh hubungan emosional suami-istri.

Soalnya, kepuasan seksual suami-istri jelas akan membantu mengikis ganjalan emosi, bila ada. Hanya saja tegas Boyke, jangan memaksakan diri. Sesuaikan kemampuan diri maupun pasangan.

Frekuensi hubungan seksual yang terjaga secara teratur ini juga memberi manfaat lain seperti membuat kita tampak fresh, lebih sehat, awet muda, dan ceria. Penyebabnya, berbarengan dengan orgasme maka otot-otot tubuh akan mengalami relaksasi.

Nah, saat mengalami relaksasi itulah tubuh mengeluarkan endorphin. Endorphin adalah sejenis morfin fisiologis yang memberikan kenikmatan sekaligus pelepasan ketegangan pada seluruh otot tubuh. Makin sering endorfin dikeluarkan, makin berkurang pula beban ketegangan otot tubuh sehingga makin sehatlah kondisi tubuh yang bersangkutan.

Tidak hanya itu manfaatnya. Seluruh pembuluh darah pun yang semula mungkin tersumbat oleh kotoran-kotoran dan gumpalan-gumpalan lemak akan terbuka dengan sendirinya sehingga sirkulasi darah dalam tubuh kembali normal dan lancar.

Itulah mengapa, suami-istri yang teratur berintim-intim akan tampak lebih sehat, awet muda, dan lebih bahagia. Bahkan, lanjut Boyke, pernah ada penelitian yang menyebutkan, mereka yang melakukan hubungan seksual secara sehat dan teratur umurnya lebih panjang empat tahun dibandingkan dengan yang tidak.

Itulah jawaban dari pertanyaan " Berapa Kali Hubungan Intim Yang Normal Dalam Seminggu?? ", semoga bermanfaat bagi para pembaca di rumah. Sekian dan terima kasih.

Bagikan

Update Terkait

All rights reserved
Powered by Quick Cart | |

Daftar Rekening

  • transfer BCA tokoherbal 123 No.Rek 2471-7757-81 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer Mandiri tokoherbal 123 No.Rek 135-00-1469455-6 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer BNI tokoherbal 123 No.Rek 0458898966 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer BRI tokoherbal 123 No.Rek 5895-01-029997-53-7 atas nama AHMAD FANANI